Menghabiskan satu minggu bahkan satu bulan membaca satu buku namun
berakhir dengan pemahaman yang minim adalah suatu kerugian besar.
Coba
kita ingat lagi, berapa banyak aktivitas lain yang bisa kita lakukan
dengan waktu selama itu? Belum lagi, berapa banyak waktu yang seharusnya kita habiskan dengan orang terdekat dan bersenang-senang? Kita harus
membuat proses membaca menjadi efektif.
Bagaimana cara untuk membaca
sesingkat mungkin dengan pemahaman yang sedalam mungkin.
Jika kita ingin
membaca lebih banyak namun bisa tetap meluangkan banyak waktu untuk
bersenang-senang, mungkin tips di bawah ini akan sangat membantu kalian ^_^
1. POSISI MEMBACA
Jika kita ingin waktu membaca kita efektif dan memiliki tingkat
pemahaman yang tinggi terhadap bacaan, jangan pernah membaca sambil
berbaring! (kecuali jika kita sekedar ingin membaca novel atau komik
untuk hiburan).
Ambillah sikap yang tepat agar semua isi bacaan bisa masuk sempurna dan bertahan lama dalam ingatan kita. Duduklah di kursi dengan buku yang diletakkan di meja, atur jarak mata kita dengan buku. Idealnya adalah 25-30 cm.
2. TUJUAN MEMBACA
Membaca tanpa tujuan seperti pengembara tanpa arah. Begitu penting
membuat tujuan yang jelas dalam membaca karena itu akan membuat hasil
membaca kita maksimal.
Tujuan membaca akan mempermudah otak kita fokus pada hasil yang ingin kita dapatkan. Ketika kita mencanangkan tujuan membaca buku sejarah
agar hafal nama tokohnya, otak kita akan menangkapnya sebagai perintah
untuk berhenti dan memperhatikan tiap nama seorang tokoh muncul. Lain
lagi ketika kita membaca buku sejarah dengan niat untuk mengetahui
kronologi atau urutan kejadiannya. Otak kita akan menangkap tujuan
tersebut sebagai sinyal atau perintah untuk merekam kejadian dalam buku
tersebut berdasarkan urutan waktunya.
Apa yang kita dapatkan dalam membaca sangat dipengaruhi oleh tujuan yang kita buat sebelum membaca.
Nah, pernahkah kita menyelesaikan satu buku namun merasa tidak
mendapatkan apa-apa bahkan lupa isinya? Bisa jadi ini dikarenakan kita
belum membuat tujuan yang jelas saat membacanya.
3. GAMBARAN BESAR
Membaca tanpa gambaran seperti seperti penjelajah tanpa peta. Kita
akan lebih mudah mempelajari sesuatu jika kita sudah tau apa gambaran
besarnya.
Sebelum kita memulai proses membaca, penting sekali untuk mengetahui
gambaran besar dari buku yang sedang kita baca. Apa jenis bukunya? Apa
yang dibahas dalam buku tersebut? Bagaimana susunan/struktur
pembahasannya?
Gambaran besar dalam suatu bacaan dapat kita peroleh dengan membaca daftar isi atau synopsis buku tersebut.
4. FOKUS DALAM MEMBACA
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, fokus dan konsentrasi memang
sangat diperlukan dalam mengerjakan sesuatu. Banyak buku yang
mengajarkan cara meningkatkan konsentrasi, misalnya dengan cara meditasi
dan sebagainya. Tetapi, berdasarkan pengalaman, ada teknik sederhana
yang dapat meningkatkan konsentrasi, terutama dalam belajar atau membaca
buku. Rahasia konsentrasi terletak pada kemampuan untuk membangkitkan
minat terhadap apa yang kita baca, pelajari, atau kerjakan. Kalau kita
tertarik pada bacaan, pelajaran, apa sesuatu yang kita kerjakan, insya
Allah kita akan dapat mengonsentrasikan perhatian kita pada apa yang kita baca, pelajari, atau kerjakan. Bacaan atau pelajaran itu akan mudah kita mengerti.
Dari sisi management otak, tips agar konsentrasi dalam membaca adalah:
1. Perkuat motivasi kita dalam membaca buku, carilah manfaatnya dari
membaca agar kita tahu tujuan membaca. Dengan demikian kita akan
termotivasi, dan akan mengaktifkan otak kanan dan kiri, sehingag bekerja
dengan harmonis.
2. Mata didisain untuk mengikuti benda yang bergerak, akan tetapi
huruf dalam buku adalah diam, ini akan membosankan mata. Untuk
mengatasinya, gunakan pulpen atau pensil untuk memandu gerakan mata.
Beri irama atau ketukan saat membaca. Saat selesai membaca pada satu
kalimat, beri ketukan secara perlahan. Ketukan ini untuk memberi irama
sehingga mengaktifkan otak kanan agar seimbang dengan kegiatan kiri.
5. MEMBUAT PIKIRAN KITA FAMILIAR DENGAN ISI BUKU
Kemampuan seseorang untuk merasa familiar dengan isi buku yang
dibacanya adalah skemata. Pengertian skemata ketika dihubungkan dengan
teori membaca, menggambarkan proses dimana pembaca mengkombinasikan
pengetahuan awalnya dengan informasi baru dalam teks bacaan yang
dipahami atau Skemata merupakan bagian dari pengetahuan awal yang
menyediakan interpretasi bermakna tentang konten yang baru.
Skemata seseorang dapat ditingkatkan (dengan artian pembaca dapat
lebih familiar dengan isi buku yang sedang dibacanya) dengan
memperbanyak database dalam pikiran bawah sadar kita. Dari mana
datangnya database? Iya bisa tercipta dari pengalaman sehari-hari kita,
hasil perenungan yang dalam, proses membaca, serta proses berkomunikasi
dengan orang lain. Semakin banyak database yang tersedia di pikiran
bawah sadar, semakin baik pula tingkat skemata seseorang.
Maka dari itu salah satu tujuan dari metode bacakilat adalah untuk
menciptakan skemata sebanyak-banyaknya dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Dengan bekal skemata/database yang baik, maka potensi seseorang untuk
membaca dengan pemahaman tinggi semakin besar.
6. BERDIALOG DENGAN BUKU
Jadilah pembaca yang aktif. Artinya, dalam proses kita membaca,
ajukanlah pertanyaan dari diri sendiri yang sifatnya memancing rasa
penasaran. Hal ini secara efektif dapat membuat kita lebih aktif membaca
dan tak sabar menemukan jawabannya. Dengan begitu, proses membaca kita
juga akan lebih cepat. Ajukan pertanyaan yang akan kita temukan sendiri jawabannya di setiap bab tau sub bab. Undang rasa penasaran itu hadir.
7. KECEPATAN YANG BERVARIASI
Pembaca yang fleksibel adalah pembaca yang dapat mengatur kecepatan,
menentukan teknik, dan metode membaca sesuai semua factor yang berkaitan
dengan bacaan.
Pembaca yang baik tahu kapan harus membaca cepat dan kapan harus membaca lambat
Banyak orang yang baca lambat untuk yang harusnya dibaca cepat dan
justru banyak yang baca cepat untuk yang harusnya dibaca lambat.
8. MENCATAT DENGAN TEPAT
Proses membaca akan jauh lebih efektif jika diikuti dengan proses
mencatat. Dalam hal ini, Kita perlu tahu dulu tujuan membaca. Jika di
awal kita sudah membuat tujuan membaca, catatlah bagian-bagian penting
dalam bacaan yang sesuai dengan tujuan membaca kita.
Mencatat dengan tepat adalah memilih bagian-bagian tertentu dalam
suatu bacaan yang dirasa penting dan berguna bagi pembaca. Kita tidak
perlu mencatat semua inti dari setiap paragraf dalam buku. Ambil saja
informasi yang kita butuhkan.
Nah, demikian 8 hal penting yang perlu diterapkan agar proses membaca kita efektif. Dengan begitu,, kita akan lebih banyak punya waktu yang
berkualitas untuk dihabiskan bersama keluarga atau pasangan kita. mau
kan? Semoga bermanfaat yaa #SobatGrasindo ^_^