Thursday, 5 February 2015

Bagaimana Sih Cara Membaca Efektif?

Menghabiskan satu minggu bahkan satu bulan membaca satu buku namun berakhir dengan pemahaman yang minim adalah suatu kerugian besar.
Coba kita ingat lagi, berapa banyak aktivitas lain yang bisa kita lakukan dengan waktu selama itu? Belum lagi, berapa banyak waktu yang seharusnya kita habiskan dengan orang terdekat dan bersenang-senang? Kita harus membuat proses membaca menjadi efektif.
Bagaimana cara untuk membaca sesingkat mungkin dengan pemahaman yang sedalam mungkin.
Jika kita ingin membaca lebih banyak namun bisa tetap meluangkan banyak waktu untuk bersenang-senang, mungkin tips di bawah ini akan sangat membantu kalian ^_^

1. POSISI MEMBACA





Jika kita ingin waktu membaca kita efektif dan memiliki tingkat pemahaman yang tinggi terhadap bacaan, jangan pernah membaca sambil berbaring! (kecuali jika kita sekedar ingin membaca novel atau komik untuk hiburan).
Ambillah sikap yang tepat agar semua isi bacaan bisa masuk sempurna dan bertahan lama dalam ingatan kita. Duduklah di kursi dengan buku yang diletakkan di meja, atur jarak mata kita dengan buku. Idealnya adalah 25-30 cm.

  

2. TUJUAN MEMBACA

Membaca tanpa tujuan seperti pengembara tanpa arah. Begitu penting membuat tujuan yang jelas dalam membaca karena itu akan membuat hasil membaca kita maksimal.
Tujuan membaca akan mempermudah otak kita fokus pada hasil yang ingin kita dapatkan. Ketika kita mencanangkan tujuan membaca buku sejarah agar hafal nama tokohnya, otak kita akan menangkapnya sebagai perintah untuk berhenti dan memperhatikan tiap nama seorang tokoh muncul. Lain lagi ketika kita membaca buku sejarah dengan niat untuk mengetahui kronologi atau urutan kejadiannya. Otak kita akan menangkap tujuan tersebut sebagai sinyal atau perintah untuk merekam kejadian dalam buku tersebut berdasarkan urutan waktunya.
Apa yang kita dapatkan dalam membaca sangat dipengaruhi oleh tujuan yang kita buat sebelum membaca.
Nah, pernahkah kita menyelesaikan satu buku namun merasa tidak mendapatkan apa-apa bahkan lupa isinya? Bisa jadi ini dikarenakan kita belum membuat tujuan yang jelas saat membacanya.


 3. GAMBARAN BESAR



Membaca tanpa gambaran seperti seperti penjelajah tanpa peta. Kita akan lebih mudah mempelajari sesuatu jika kita sudah tau apa gambaran besarnya.
Sebelum kita memulai proses membaca, penting sekali untuk mengetahui gambaran besar dari buku yang sedang kita baca. Apa jenis bukunya? Apa yang dibahas dalam buku tersebut? Bagaimana susunan/struktur pembahasannya?
Gambaran besar dalam suatu bacaan dapat kita peroleh dengan membaca daftar isi atau synopsis buku tersebut.

  
4. FOKUS DALAM MEMBACA



Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, fokus dan konsentrasi memang sangat diperlukan dalam mengerjakan sesuatu. Banyak buku yang mengajarkan cara meningkatkan konsentrasi, misalnya dengan cara meditasi dan sebagainya. Tetapi, berdasarkan pengalaman, ada teknik sederhana yang dapat meningkatkan konsentrasi, terutama dalam belajar atau membaca buku. Rahasia konsentrasi terletak pada kemampuan untuk membangkitkan minat terhadap apa yang kita baca, pelajari, atau kerjakan. Kalau kita tertarik pada bacaan, pelajaran, apa sesuatu yang kita kerjakan, insya Allah kita akan dapat mengonsentrasikan perhatian kita pada apa yang kita baca, pelajari, atau kerjakan. Bacaan atau pelajaran itu akan mudah kita mengerti.

Dari sisi management otak, tips agar konsentrasi dalam membaca adalah:
1. Perkuat motivasi kita dalam membaca buku, carilah manfaatnya dari membaca agar kita tahu tujuan membaca. Dengan demikian kita akan termotivasi, dan akan mengaktifkan otak kanan dan kiri, sehingag bekerja dengan harmonis.
2. Mata didisain untuk mengikuti benda yang bergerak, akan tetapi huruf dalam buku adalah diam, ini akan membosankan mata. Untuk mengatasinya, gunakan pulpen atau pensil untuk memandu gerakan mata. Beri irama atau ketukan saat membaca. Saat selesai membaca pada satu kalimat, beri ketukan secara perlahan. Ketukan ini untuk memberi irama sehingga mengaktifkan otak kanan agar seimbang dengan kegiatan kiri.


5. MEMBUAT PIKIRAN KITA FAMILIAR DENGAN ISI BUKU


Kemampuan seseorang untuk merasa familiar dengan isi buku yang dibacanya adalah skemata. Pengertian skemata ketika dihubungkan dengan teori membaca, menggambarkan proses dimana pembaca mengkombinasikan pengetahuan awalnya dengan informasi baru dalam teks bacaan yang dipahami atau Skemata merupakan bagian dari pengetahuan awal yang menyediakan interpretasi bermakna tentang konten yang baru.
Skemata seseorang dapat ditingkatkan (dengan artian pembaca dapat lebih familiar dengan isi buku yang sedang dibacanya) dengan memperbanyak database dalam pikiran bawah sadar kita. Dari mana datangnya database? Iya bisa tercipta dari pengalaman sehari-hari kita, hasil perenungan yang dalam, proses membaca, serta proses berkomunikasi dengan orang lain. Semakin banyak database yang tersedia di pikiran bawah sadar, semakin baik pula tingkat skemata seseorang.
Maka dari itu salah satu tujuan dari metode bacakilat adalah untuk menciptakan skemata sebanyak-banyaknya dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dengan bekal skemata/database yang baik, maka potensi seseorang untuk membaca dengan pemahaman tinggi semakin besar.


6. BERDIALOG DENGAN BUKU


Jadilah pembaca yang aktif. Artinya, dalam proses kita membaca, ajukanlah pertanyaan dari diri sendiri yang sifatnya memancing rasa penasaran. Hal ini secara efektif dapat membuat kita lebih aktif membaca dan tak sabar menemukan jawabannya. Dengan begitu, proses membaca kita juga akan lebih cepat. Ajukan pertanyaan yang akan kita temukan sendiri jawabannya di setiap bab tau sub bab. Undang rasa penasaran itu hadir.


7. KECEPATAN YANG BERVARIASI

 


Pembaca yang fleksibel adalah pembaca yang dapat mengatur kecepatan, menentukan teknik, dan metode membaca sesuai semua factor yang berkaitan dengan bacaan.
Pembaca yang baik tahu kapan harus membaca cepat dan kapan harus membaca lambat
Banyak orang yang baca lambat untuk yang harusnya dibaca cepat dan justru banyak yang baca cepat untuk yang harusnya dibaca lambat.


8. MENCATAT DENGAN TEPAT

 


Proses membaca akan jauh lebih efektif jika diikuti dengan proses mencatat. Dalam hal ini, Kita perlu tahu dulu tujuan membaca. Jika di awal kita sudah membuat tujuan membaca, catatlah bagian-bagian penting dalam bacaan yang sesuai dengan tujuan membaca kita.
Mencatat dengan tepat adalah memilih bagian-bagian tertentu dalam suatu bacaan yang dirasa penting dan berguna bagi pembaca. Kita tidak perlu mencatat semua inti dari setiap paragraf dalam buku. Ambil saja informasi yang kita butuhkan.

Nah, demikian 8 hal penting yang perlu diterapkan agar proses membaca kita efektif. Dengan begitu,, kita akan lebih banyak punya waktu yang berkualitas untuk dihabiskan bersama keluarga atau pasangan kita. mau kan? Semoga bermanfaat yaa #SobatGrasindo ^_^

No comments:

Post a comment